CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

*SAY*

WELCOME IN CADEL'S WORLD! :D

Jumat, 09 Oktober 2009

HEY :p

Hello, hello, hello eperibudi (anjis katro amat gue yah :p)!
Huf... Akhirnya setelah kemarin gue bikin postingan gak jelas tentang cinta, sekarang gue mau bikin postingan 'serius' nih!

Sebenarnya ini terjadi sekitar hari Senin yang lalu... Di mana anak - anak kelas 9.2 benar - benar merasa DI PERMALUKAN. Especially gue, yang akhirnya kena semprot malu juga sebagai PROTOCOL.

Anjiss sumpah saat pagi itu gue merasa gak adil banget. Iya, iya, oke gue ceritain dulu kronoliogisnya. Jadi hari itu anak - anak kelas 9.2 di tugasin buat jadi petugas upacara, salah satunya gue, yang harus menerima tugas sebagai mc.
Emang awalnya salah kita, kita nggak mempersiapkan semuanya dengan matang, latihan mendadak banget waktu hari Jum'at. Apalagi anak - anaknya susah banget di atur (sumpah gue ngritik lo abis semuanya! Grrr -,-). Yaudah deh, akhirnya pas hari H kita benar - benar DI PERMALUKAN abis.

Gue pribadi sih, gak merasa gue kurang, karena gue udah merasa siap (gatau deh pendapat orang kaya gimana). Tapi rata - rata anak - anak yang lain belum pada siap! Gue juga kena semprot akhirnya.

Lalu apa yang bikin gue kesel? Karena ada salah satu guru yang sebenarnya - tidak seharusnya melakukan hal ini:

"Anak - anak... Kira - kira anak 9.2 BAGUS NGGAK TAMPILNYA HARI INI???"
Dan otomatis anak - anak satu lapangan menjawab "NGGAK!"
Ini satu sikap yang paling bikin gue kesel dari guru tersebut:
"Tunjuk merekaaa!!! Whhuuu!"

Sinjaaah. Kesel banget sumpah gue di situ. Dan gue gak malu sedikitpun karena gue kesel.

Gue bingung, maksud guru itu apa ya? Mempermalukan anak didiknya sendiri di muka umum (emang sih cuma lingkungan sekolah doang). Ada motif apa ya? Dendam? Kayanya anak 9.2 nggak setrouble maker itu deh.
Karena janggalnya yang ada di pikiran gue, kayanya kejadian nggak siap dalam tugas upacara bukan cuma kelas kita doang deh, tapi kenapa guru tersebut sangat mempermalukan kita ya?

Itu yang sangat janggal di pikiran gue.

Maaf, bukannya gue kurang ajar sebagai murid (gue rasa, gue udah cukup sopan tanpa mempublikasikan nama guru tersebut di blog ini). Gue cuma merasa aneh aja, kenapa guru tersebut sangat mempermalukan kelas gue yang gagal dalam menjalankan tugas upacara. Itu aja sih -,-

0 komentar: